Puisi Kembalilah Jiwa
Kembalilah Jiwa
Karya:Evan Septian
Saat semua hilang tenggelam bagaikan Matahari diSore Hari
Suara Kalbu memanggil tetesan cinta dalam kerinduan jiwa
Membasahiku disetiap pelangi cinta menari diatas awan
Menata kembali puing-puing Cinta Yang dulu pernah Sirna
Jiwa ku yang satu telah terbagi menjadi kebaikan dan
keburukan
Dunia seolah pikat kepalsuan melekat di setiap pandanganku
Menjadi batasan atas kebahagiaan yang mencoba menghampiriku
Tertabur hamparan buta tentang arti sebuah kehidupan
Hela nafasku terungai dimalam-malam gelap kebisuan
Menanti pagi dengan ruh yang mulai lunglai terhilangkan
cahaya
Dengan Ketukan semu yang mengetarkan jiwa berparaskan
kemunafikkan
Dikala laknat dari sebuah kedengkian mencabut bibit kebaikan
nurani
Serupa kelahiran yang memberi kebahagiaan
Akannya bunga-bunga kehidupan mewangi disetiap ruang Waktu
Serupa Kematian yang mengoreskan kepedihan
Akannya butiran airmata menyirami semak berduri didalam hati
yang terus menyayatnya
Mimpi-mimpiku kini menjadi bayang kekuatan hasratku
Kekuatan yang kembali membangkitkan jiwa rapuh terkikis hujan
kesepian
Bayang masa depan pun terangkai disetiap waktu Mudaku
Dengan semua lakon dan kisah ku hari ini dengan semua perasaan dan jalan hidupku hari Ini
Dengan semua lakon dan kisah ku hari ini dengan semua perasaan dan jalan hidupku hari Ini
Aku hanya butuh sebutir ridho dari semua kekuatan Ilahi
dengan cahaya yang menaungi hati menjadi jalan menuju
kebaikan Kehidupan
lalu biarkanlah langit menjadi lukisan tentang semua mimpi-mimpiku
lalu biarkanlah langit menjadi lukisan tentang semua mimpi-mimpiku
dikala menatapnya pada setiap lamunanku
dan bumi menjadi peta tuk mengukir tangga menuju semua
impianku
Maka janganlah letih wahai jiwaku,janganlah pergi wahai
cintaku,janganlah berakhir wahai mimpi-mimpiku,dan janganlah kau tinggalkan ku
sendiri wahai penciptaku.
Pada keruh mata air jiwa yang terus menyirami,semai bunga
didalam ladang hati,meracuni setiap tumbuhnya setangkai harapan dan imipianku.
Maka jangan tinggalkan
ku sendiri dalam dunia dengan jiwa yang terisikan kehampaan,jangan tinggalkanku
dengan sejuta keluh kesah dalam setiap ruang waktuku,jangan lepaskan ku dalam
tirani kematian keimananku,jangan biarkanku tenggelam dalam keindahan dunia
yang membawaku dalam lubang penyiksaan tiada akhir.

Comments